Tampilkan postingan dengan label Server & Hosting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Server & Hosting. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Februari 2014

LANGKAH 2: Membuat Docroot


  • Login ke VPS via SSH

#mkdir /home/domain.com/
#mkdir /home/domain.com/www/
#exit


LANGKAH 2: Create the Apache Configuration

Login via Webmin
-Klik Apache Webservers
-Klik Create virtual host



-Ganti isi dari 'Document Root' ke folder yang anda buat via SSH (eg. /home/domain.com/www/)
-Ganti isi  dari Server Name ke nama website yang dibuat (eg. example.com -atau- sub.example.com)
-Klik Create Now


-Klik Apply Changes (pada sudut kanan atas)



LANGKAH 3: Menambahkan WWW atau Parked domains lainnya (opsional)

Sementara masih di Webmin dan di bagian Apache lakukan berikut ini ....Sementara masih di Webmin dan di bagian Apache lakukan berikut ini ....

-Klik pada Existing Virtual Hosts
-Klik pada Virtual Host yang ingin anda modifikasi
-Klik pada Networking and Addresses


Dalam alternatif Virtual Server Nama textarea, menambahkan selain alias Anda ingin menggunakan seperti www.example.com atau www.sub.example.com atau bahkan parkir domain www.example.org



Klik Simpan
Klik Apply Changes (ini berada di pojok kanan atas)


Sekarang Anda dapat membuat catatan DNS yang diperlukan dari registrar domain Anda untuk domain atau sub-domain yang baru saja dibuat pada VPS Anda (ingat alias Anda juga!) Dan mulai bangunan di docroot Anda buat pada langkah satu!


Tutorial VPS : Menambah User SSH Melalui Webmin - Melanjutkan tutorial saya yang tadi, kali ini saya menulis tutorial lagi untuk menambah user SSH melalui Webmin. Sebelumnya, pastikan dulu dalam VPS anda sudah terinstall Webmin.
  1. Login dulu ke Webmin anda.
  2. Jika sudah, klik System >> Users and Groups.
  3. Kemudian klik Create a new user.
  4. Kemudian isi data user nya. Cara isinya seperti ini. 
  5. Setelah itu klik Create.
  6. Dan user telah selesai di buat. :)

VPS = Apache, MySQL, PHP5, Bind DNS dan Virtual Host

Dari beberapa waktu lalu dah sewa ini VPS IIX dari Magnet. Murah banget euy cuman Rp 150.000,- sebulan. Kecil sie spesifikasinya. Tapi cukup lumayan banget untuk belajar-belajar tentang VPS dari nol. Dan karena pengen coba install dari nol, maka ga sewa macam-macam seperti CPanel/WHM. Sistem operasi bisa diinstall otomatis melalui VPS managernya. Dari Magnet menyediakan Hyper-VM. Setelah sekian kali install dan rebuild / reinstall CentOS nya, akhirnya sukses menyelesaikan setting Apache, MySQL, PHP5, Bind DNS dan Virtual Host.
1.Install WebMin ( kalau punya duid sewa CPanel/WHM lebih enak dan mudah dipakai untuk awal.
Webmin ini digunakan untuk memanage server dengan mudah tanpa kita harus selalu ketik command di shell. Cek RPM Webmin terbaru diwebsite resmi webmin. Login ke Shell. Gunakan Putty atau program lainnya yang support dan secure.
yum -y install perl-Net-SSLeay
cd /tmp
wget http://internode.dl.sourceforge.net/sourceforge/webadmin/webmin-1.430-1.noarch.rpm
rpm – i webmin-1.430-1.noarch.rpm
/etc/init.d/webmin start
/usr/libexec/webmin/changepass.pl /etc/webmin admin password_baru
2. Buka browser masuk ke : http://ipkamu:10000
Login dengan username admin dan password sesuai dengan password_baru.
3. Install Apache
Klik menu Server->Apache Webserver. Ada bagian bertuliskan
“Click here to have it downloaded and installed using YUM.”
Klik disana dan Apache akan diinstallkan dengan cepat dan otomatis.
Klik tombol Start setelah konfirmasi installasi sukses.
4. Install MySQL
Klik menu Server->MySQL Database Server. Ada bagian bertuliskan
“Click here to have it downloaded and installed using YUM.”
Klik disana dan MySQL Server akan diinstallkan dengan cepat dan otomatis.
Klik tombol Start setelah konfirmasi installasi sukses.
5. Install PHP5
Kembali ke Putty dan masukkan perintah berikut.
yum install php php-mysql php-common php-gd php-mbstring php-mcrypt php-devel php-xml
/etc/init.d/httpd restart
6. Test PHP
Buat 1 file PHP dan test apakah semua yang kita install sudah berhasil dan berjalan dengan baik.
vi /var/www/html/index.php
Masuk di vi text editor. Untuk memulai penulisan ketik tombol huruf i sekali dan dibagian bawah ada tulisan –INSERT–
Ketikkan
<?
phpinfo();
?>
Pencet ESC
:w ENTER
:q ENTER
7. Kembali ke browser dan masuk ke http://ipkamu/
Jika melihat tampilan Info dari PHP maka semua installasi diatas sudah selesai dengan sukses.
Istirahat dulu atau langsung lanjut ke installasi Bind DNS dan setting Virtual Host
8. Install Bind DNS
Kembali ke halaman Webmin. Masuk ke menu Server->Bind DNS. Ada tulisan
“Click here to have it downloaded and installed using YUM.”
Klik disana dan Bind akan diinstallkan dengan cepat dan otomatis. Setelah selesai ada pilihan jawaban, pilih jawaban nomor 2 atau nomor lain yang artinya “Digunakan untuk DNS internet dan Download Zone”. Kemudian tekan tombol Start.
9. Setting nama domain
Diasumsikan sudah terdaftar nama domain : namadomainku.com
Registerkan ns1.namadomainku.com dan ns2.namadomainku.com ke dedicated IP yang diberikan. Registerkan di registrar tempat domain terdaftar. Setelah itu arahkan name server namadomainku.com ke ns1.namadomainku.com dan ns2.namadomainku.com
10. Kembali ke halaman Webmin
Klik menu Server->Bind DNS
Klik “Edit Config File” dan tambahakan berikut ini ke dalamnya dan tekan SAVE
zone “namadomainku.com” {
type master;
file “namadomainku.com.hosts”;
};
11. Kembali ke Shell. Buat file baru seperti contoh nomor 6 dengan nama namadomainku.com.host di  /etc/
vi /etc/namadomainku.com.hosts
Isi file
$TTL 86400
@ IN SOA ns1.namadomainku.com. server.namadomainku.com. (
2008081301 ; serial, todays date + todays serial #
28800 ; refresh, seconds
7200 ; retry, seconds
604800 ; expire, seconds
86400 ) ; minimum, seconds;
namadomainku.com. NS ns1.namadomainku.com.
namadomainku.com. NS ns2.namadomainku.com.
ns1 A 123.123.123.123
ns2 A 123.123.123.123
namadomainku.com. A 123.123.123.123
www A 123.123.123.123
ftp A 123.123.123.123
Ganti server.namadomainku.com sesuai dengan name server yang tersetting dan 123.123.123.123 dengan dedicated IP yang diberikan. Save dan restart Bind
/etc/init.d/named restart
12. Install Virtual Host.
Kembali ke Webmin dan klik menu Server-Apache WebServer – Global Configuratin.
Klik icon Edit Config File. Tambahkan dibagian paling bawah isian ini
NameVirtualHost *:80
<VirtualHost  *:80>
DocumentRoot /var/www/html/namadomainkucom
ServerAdmin admin@namadomainku.com
ServerName http://www.namadomainku.com
ServerAlias namadomainku.com
DirectoryIndex index.html index.htm index.shtml index.php
<Directory “/var/www/html/namadomainkucom”>
Options all
AllowOverride none
</Directory>
LogLevel debug
HostNameLookups off
</VirtualHost>
Save dan restart Apache Server.
13. Membuat file Index untuk namadomainku.com
Ke Putty. Buat file baru seperti contoh di nomor 6 dengan nama index.php di folder /var/www/html/namadomainkucom
cd /var/www/html
mkdir namadomainkucom
vi /var/www/html/namadomainkucom/index.php
Isi file
<?
echo “Ini file index di namadomainku.com”;
?>
Save file yang baru saja dibuat.
14. Test semua hasil.
Ulangi langkah 7. Jika tampilan browser berubah menjadi tulisan Ini file index di namadomainku.com maka semua langkah diatas sudah 99% sukses.
Masukkan dibrowser http://namadomainku.com atau http://www.namadomainku.com/
Seharusnya tampilan di browser akan tetap menunjukkan tulisan Ini file index di namadomainku.com. Jika keluar Server Not Found jangan keburu khawatir. Kemungkinan nama domain yang baru disetting di nomor 9 dan Bind DNS masih belum resolve. Tunggu aja sekitar 2-6 jam dan coba lagi. Jika setelah 24 jam masih juga Server not Found, baru saatnya untuk khawatir mencari salahnya dimana.
Enjoy your VPS.
Artikel ini masih mengabaikan berbagai hole security yang terjadi karena setting PHP dan MySQL masih standart.
Saat website telah mengalami peningkatan pengunjung dan memerlukan kebutuhan sumber daya memory dan disk server yang lebih besar, maka migrasi ke VPS merupakan salah satu solusi yang bisa dipakai.
Untuk melakukan migrasi, pertama anda harus menyiapkan dulu agar VPS anda bisa menerima pemindahan. Di antaranya dengan menginstal beberapa service yang bisa mendukung website anda untuk tampil di internet. Service apa saja yang harus diinstal pada tahap persiapan VPS, bisa dibaca di sini.
Kemudian, sama halnya seperti pemindahan website dari localhost ke hosting. Anda bisa menggunakan FTP untuk perpindahnya. Maka silahkan buat dulu akun FTP di VPS anda. Caranya:
1. SSH ke VPS anda, kemudian ketik command: adduser userftpanda
2. Untuk mengganti passwordnya bisa ketik : passwd userftpanda
3. Setelah FTP tercreate anda bisa menggunakan FileZilla atau FTPclient lainnya.
4. Silahkan arahkan/upload data file anda ke folder /var/www/html. Jika di cPanel, folder tersebut sama dengan folder public_html
Setelah file diupload, berikutnya import database ke VPS anda. Caranya:
1. Masuk ke phpmyadmin VPS anda dengan mengakses contohnya http://abc.com/phpmyadmin (ganti abc.com dengan nama domain anda)
2. Masukkan user root dan password mysql user anda
3. Create database  baru untuk menerima import tabel dari database lama anda. Setelah tercreate, select database tersebut kemudian klik tab Import. Browse file database backup .sql dari server lama anda.
Setelah file dan database anda berhasil dipindah, anda bisa mengatur script koneksinya. Sesuaikan nama user dan nama database baru yang telah anda create.
Jika anda sudah punya VPS dengan OS Linux Centos. Apa lagi yang harus anda lakukan?
Agar website bisa diakses, anda perlu menginstal dns server, web server dan mysql server dulu. Proses instalasi dilakukan melalui SSH. Jika komputer anda menggunakan Linux, silahkan SSH melalui aplikasi terminal anda dengan command: ssh root@ipserver. Jika anda pengguna Windows silahkan download dulu aplikasi Putty yang bisa anda cari melalui Google.
Setelah masuk ke SSH server, lakukan dulu update pada repo OS server anda agar proses install berjalan lancar. Silahkan ketik command: apt-get update atau yum update.Tunggu sampai proses selesai
1. Setting DNS Server
Lakukan proses instalasi otomatis dengan mengetikkan command: yum install bind bind-chroot bind-libs bind-utils caching-nameserver
• setting named.conf
Ketik command: nano/var/named/chroot/etc/named.conf
Kemudian tambahkan/ketik setting di bawah ini (ganti domainku.com dengan nama domain anda):
zone “domainku.com” IN {
type master;
file “domainku.db”;
};
Jika sudah, Ctrl-X lalu save
• setting zone
Ketik command : nano /var/named/chroot/var/named/domainku.db
Kemudian tambahkan/ketik setting seperti di bawah ini, (Ganti IP server default 192.168.10.1 dengan IP server anda)
$ttl 38400
domainku.com. IN SOA ns.domainku.com. admin.domainku.com. (
2007020400 ; Serial
10800 ; Refresh after 3 hours
3600 ; Retry after 1 hour
604800 ; Expire after 1 week
86400 ) ; Minimum TTL of 1 day
domainku.com. IN NS ns.domainku.com.
domainku.com. IN MX 1 mx.domainku.com.
domainku.com. IN MX 5 mx2.domainku.com.
www.domainku.com. IN A 192.168.10.1
ns.domainku.com. IN A 192.168.10.1
mrtg.domainku.com. IN A 192.168.10.1
mx.domainku.com. IN A 192.168.10.1
mx2.domainku.com. IN A 192.168.10.1
mail.domainku.com. IN CNAME mx.domainku.com.
Jika sudah, Ctrl-X lalu save
• Setting resolv.conf
Ketik command: nano /etc/resolv.conf
Ubah nameserver menjadi: nameserver 127.0.0.1
Kemudian Ctrl-X lalu save
Dan Restart service dengan menjalankan command: service network restart
• Start DNS server
Jalankan command: service named start
Agar DNS berjalan saat proses startup, jalankan juga command : chkconfig named on
2. Setting Webserver
Bagi webserver, ada beberapa service yang bisa dipakai. Disini kami memakai Apache. Lakukan proses instalasi otomatis dengan menjalankan command: yum install -y php php-devel php-gd php-mbstring php-mcrypt php-imap php-ldap php-mysql php-odbc php-pear php-xml php-xmlrpc curl curl-devel perl-libwww-perl ImageMagick libxml2 libxml2-devel
Kemudian start service httpd dengan command: /etc/init.d/httpd start
Agar apache berjalan saat proses startup, jalankan command: chkconfig –levels 235 httpd on
cek apakah httpd telah berjalan dengan mengakses IP server anda. Jika berhasil, akan tampil halaman default.
3. Setting MySQL server
Lakukan proses instalasi otomatis dengan menjalankan command: yum install -y mysql mysql-servermysql mysql-server mysql-devel
Kemudian start MySQL dengan command: /etc/init.d/mysqld start
Agar MySQL berjalan saat proses startup, jalankan: chkconfig –levels 235 mysqld on
Setting password MySQL anda: mysqladmin -u root password abcd
• Install PHP pada server anda
Ketik command: yum install -y php php-devel php-gd php-mbstring php-mcrypt php-imap php-ldap php-mysql php-odbc php-pear php-xml php-xmlrpc curl curl-devel perl-libwww-perl ImageMagick libxml2 libxml2-devel
• Install phpMyAdmin untuk mempermudah mengolah database
Silahkan update repo sesuai versi PHP anda, untuk mendownload silahkan ketik command: wget http://packages.sw.be/rpmforge-release/rpmforge-release-0.5.1-1.el5.rf.i386.rpm
Atau: rpm -Uvh rpmforge-release-0.5.1-1.el5.rf.x86_64.rpm
Tergantung dengan versi Centos anda 32 bit atau 64 bit. ketik command: uname-i untuk mengetahui versi Centos anda.
Install phpMyAdmin dengan command: yum -y install phpmyadmin
Edit file phpmyadmin.conf dengan ketik command: nano /etc/httpd/conf.d/phpmyadmin.conf
Delete yang lain dan biarkan isinya seperti di bawah ini:
Alias /phpmyadmin /usr/share/phpmyadmin
Alias /phpMyAdmin /usr/share/phpmyadmin
Alias /mysqladmin /usr/share/phpmyadmin
Lalu edit file config.inc.php dengan command: nano /usr/share/phpmyadmin/config.inc.php
Kemudian ubah baris berikut:
$cfg['Servers'][$i]['auth_type'] = ‘cookie‘;
$cfg['blowfish_secret'] = ‘sdf934sdfgHijh98Y‘;
Pada cookie, ubah menjadi “http” dan pada blowfish_secret isikan random seperti contoh diatas.
Pada httpd.conf tambahkan baris berikut :
<Directory “/usr/share/phpmyadmin”>
Order allow,deny
Allow from all
</Directory>
Set permision filenya dengan command:
# chmod g+w -R /var/www/html/phpmyadmin/
# chown apache.apache -R /var/share/phpmyadmin/
Kemudian restart sevice httpd dengan command: service httpd restart
4. Setting FTP server
Download file instalasi dengan command: wget ftp://ftp.proftpd.org/distrib/source/proftpd-1.3.1.tar.gz
Extract hasil download filenya: tar xzvf proftpd-1.3.1.tar.gz
Lakukan konfigurasi dan install proftpd, dengan command-command berikut:
# cd proftpd-1.3.1
# ./configure –prefix=/usr/local/proftpd
# make; make install

Masuk ke file konfigurasi: nano /usr/local/proftpd/etc/proftpd.conf
Ubah beberapa setting sesuai dengan setting dibawah ini:
ServerName “ProFTPD Default Installation”
ServerType standalone
DefaultServer on
Port 21
Umask 022
MaxInstances 30
User nobody
Group nogroup
DefaultRoot ~
AllowOverwrite on
DenyAll
Lalu save konfigurasi tersebut.
Buat usergroup nogroup dengan command: groupadd nogroup
Jalankan server FTP, dengan command: ./usr/local/proftpd/sbin/proftpd
Buat otomatis start saat server booting dengan mengedit rc local. Ketik: nano /etc/rc.d/rc.local Kemudian tambahkan satu baris berikut: /usr/local/proftpd/sbin/proftpd
Selesai.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!